Peningkatan Sarana dan Prasarana Yang Berkualitas (kegiatan 2016)

Penataan sarana dan prasarana kantor di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian secara bertahap selalu dilakukan pembenahan, antara lain:

  1. Modernisasi peralatan kerja, yang meliputi pengadaan alat pengolah data seperti komputer, printer, notebook, proyektor, server, meja dan kursi kerja, sewa kendaraan dinas dan operasional kantor;
  2. Perbaikan fasilitas pendukung dalam rangka memenuhi ruang kerja dan ruang rapat yang aman, nyaman dan representative bagi pegawai dan peserta rapat baik dari dalam maupun luar kantor;
  3. Penambahan sarana dan prasarana tempat kerja, seperti layanan pusat informasi, taman dalam kantor, ruang poliklinik dan ruang rapat baru.

Beberapa sarana dan prasarana kantor tambahan untuk membantu kinerja Pegawai Kemenko Bidang Perekonomian seperti terlihat pada Gambar di bawah berikut ini.

Penambahan ruang poliklinik merupakan salah satu terobosan penting bidang pelayanan umum di tahun 2016. Menjaga kesehatan pegawai adalah salah satu langkah baik dari Kemenko Bidang Perekonomian agar dapat meningkatkan atau menjaga produktifitas seluruh pegawai.

Analisis Beban Kerja (Kegiatan 2016)

Analisis beban kerja (ABK) merupakan tools manajemen sumber daya manusia untuk memperoleh informasi mengenai tingkat efektivitas dan efisiensi kerja organisasi berdasarkan beban kerja. Tahapan kegiatan analisis terhadap data atas beban kerja suatu unit kerja atau pemangku jabatan akan menghasilkan informasi terkait beban kerja suatu jabatan, kebutuhan pegawai menduduki jabatan (untuk jabatan pelaksana), tingkat efisiensi kerja dan prestasi kerja (baik unit atau jabatan).  Informasi tersebut akan sangat berguna sebagai bahan pertimbangan penataan dan pengembangan organisasi, serta penilaian prestasi kerja.

Penyusunan ABK pada tahun 2016 dilakukan sebagai penyesuaian beban kerja tahun 2015 atau bahan evaluasi kebutuhan sumber daya manusia, dan seiring pemenuhan salah satu persyaratan pengajuan usulan formasi kebutuhan Tenaga Pendukung tahun anggaran 2017. Proses ABK meliputi unit organisasi Sekretariat, 7 Deputi, dan Inspektorat. Berdasarkan hasil ABK untuk proyeksi kebutuhan PNS selama 4 (empat) tahun 2016-2019, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian membutuhkan pegawai sejumlah 925 orang. Jumlah ini sudah termasuk perencanaan kebutuhan jabatan fungsional di lingkungan Kemenko Bidang Perekonomian. Jumlah Pegawai saat ini mencapai 385 orang. Dari jumlah tersebut terdapat 54 orang masih berstatus CPNS. Sehingga total 540 orang pegawai yang dibutuhkan untuk mengisi pos jabatan yang saat ini masih kosong.

Redefinisi Tujuan dan Sasaran Strategis Kementerian (Kegiatan 2016)

“Terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan”, masih menjadi tujuan dari Kemenko Bidang Perekonomian sesuai Rencana Strategis Kemenko Bidang Perekonomian 2015-2019. Faktor perubahan arah kebijakan rencana untuk tahun 2017 mempengaruhi pelaksanaan beberapa program yang ada, karena harus menyesuaikan dengan rencana program prioritas nasional dan kesesuaian arah kebijakan perencanaan penganggaran tahun 2017 melalui pendekatan money follow program. Kebijakan ini mengubah arah penganggaran sebelumnya yaitu money follow fungtion.

Rencana untuk perbaikan penyesuain rencana strategis sesuai dengan arah kebijakan program prioritas nasional akan direncanakan penyusunannya di tahun 2017 mengingat keterbatasan waktu dalam penyusunannya di tahun 2016. Evaluasi kinerja akan terus dilakukan guna mendapatkan informasi yang lengkap sebagai bahan masukan penyusunan rencana strategis.

Perbaikan Sarana dan Prasarana (Kegiatan 2015)

Penataan sarana dan prasarana kantor di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian secara bertahap selalu dilakukan pembenahan, antara lain:

  • Modernisasi peralatan kerja, yang meliputi pengadaan alat pengolah data seperti komputer, printer, notebook, proyektor, server, meja dan kursi kerja, kendaraan dinas dan operasional kantor;
  • Perbaikan fasilitas pendukung dalam rangka memenuhi ruang kerja dan ruang rapat yang aman, nyaman dan representative bagi pegawai dan peserta rapat baik dari dalam maupun luar kantor;
  • Pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dalam rangka mendorong peningkatan efektivitas implementasi pengembangan e-Gov yang sudah dilakukan, antara lain sebagai berikut:
    • Pengembangan website ekon.go.id dan penyediaan email mail.ekon.go.id bagi semua pegawai;
    • Peningkatan infrastruktur/sarana dalam hal Teknologi, Informasi dan Komunikasi dilakukan pada bulan September – Oktober 2015. Adapun perangkat yang ditambah yaitu :
      • Penambahan Server
      • Penambahan Swicth Security
      • Pemasangan Closed Circuit Television (CCTV)

Redefinisi Tujuan dan Sasaran Strategis Kementerian (Kegiatan Tahun 2015)

Redefinisi tujuan dan sasaran strategis melalui pengembangan dan perbaikan peta strategi kinerja “Menko Wide” merupakan upaya pemetaan kembali atas visi, misi, tujuan, dan sasaran strategis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sesuai kondisi terkini dan ke depan. Dengan pemetaan tersebut, kinerja organisasi akan sangat terbantu dan dapat memberikan informasi menyeluruh atas capaian kinerja organisasi ke arah yang lebih baik. Peta Strategi Kementerian ditetapkan dalam Rencana Strategis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 2015-2019 dengan tujuan intinya adalah “terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan” sebagaimana Gambar berikut.

Analisis Beban Kerja (Kegiatan 2015)

Analisis beban kerja (ABK) merupakan suatu teknik manajemen yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh informasi mengenai tingkat efektivitas dan efisiensi kerja organisasi berdasarkan beban kerja. Tahapan kegiatan analisis terhadap data atas beban kerja suatu unit kerja atau pemangku jabatan akan menghasilkan informasi terkait beban kerja suatu jabatan, kebutuhan pegawai menduduki jabatan (untuk jabatan pelaksana), tingkat efisiensi kerja dan prestasi kerja (baik unit atau jabatan).  Informasi tersebut akan sangat berguna sebagai bahan pertimbangan penataan dan pengembangan organisasi, serta penilaian prestasi kerja.

Proses penyusunan ABK pada tahun 2015 dilakukan sebagai tindak lanjut penyesuaian dengan Permenko Bidang Perekonomian Nomor 5 Tahun 2015 dan seiring pemenuhan salah satu persyaratan pengajuan usulan formasi kebutuhan Tenaga Pendukung tahun anggaran 2016. Proses ABK meliputi unit organisasi Sekretariat, 7 Deputi, dan Inspektorat. Berdasarkan hasil ABK untuk proyeksi kebutuhan PNS selama 5 (lima) tahun 2015-2019, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian membutuhkan pegawai sejumlah 683 orang. Jumlah Pegawai saat ini mencapai 372 orang. Dari jumlah tersebut terdapat 30 orang masih berstatus CPNS. Sehingga total 311 orang pegawai yang dibutuhkan untuk mengisi pos jabatan yang saat ini masih kosong.

Di dalam tahapan pelaksanaan ABK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggunakan standar norma waktu kerja efektif sesuai dengan Permenko Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2015 tentang Hari dan Jam Kerja di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Jam kerja formal yang berlaku pada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sebagai berikut:

  1. Jam Kerja Formal Per Minggu

Senin – Kamis

07.30 – 12.00      4 jam 30 menit x 4      = 18 jam

13.00 – 16.00     3 jam                    x 4     = 12 jam

Jumat

07.30 – 11.30     4 jam                               =   4 jam

13.00 – 16.30     3 jam 30 menit             =   3 jam 30 menit

Total                                                             = 37 jam 30 menit

………………………………………………………= 2.250 menit/minggu

 

Jam kerja efektif per minggu dengan allowance (waktu luang) 29 %:

= 71/100 x 2.250 menit

= 1.597,5 = 1.560 menit

= 26 jam

  1. Jam Kerja Effektif Per Hari (5 hari kerja)

= 1.560 menit : 5 hari kerja

= 319 menit

= 5 jam 19 menit/hari

 

Jumlah Hari Kerja Per Tahun :

  • Jumlah hari per tahun = 365 hari
  • Libur Sabtu – Minggu = 104 hari
  • Libur resmi                    =    14 hari
  • Hak cuti                          =    12 hari

———————————————- (+)

……………………………………….= 130 hari

———————————————- (-)

……………………………….= 235 hari

Jam Kerja Effektif Per Tahun (5 hari kerja)

= 235 x 319 menit

= 74.965 menit

= 1.250 jam

Jam Kerja Efektif per tahun di Lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebesar 1.250 jam atau 75.000 menit per tahun.

Jam kerja Efektif dimaksud sudah sesuai dengan Jam Kerja Efektif yang dikehendaki oleh Kemen PAN dan RB

Restrukturisasi Organisasi Baru (kegiatan Tahun 2015)

Sebagai tindak lanjut pembentukan struktur Kabinet Kerja 2014-2019 dan Visi, Misi dan Program Aksi Presiden RI 2014-2019 yakni “Nawa Cita 9 Agenda Prioritas”, penataan organisasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2015 tentang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 5 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Berdasarkan Perpres 8 Tahun 2015, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengkoordinasikan sebanyak 10 kementerian dan instansi lain yang dianggap perlu. Pendekatan komprehensif yang difasilitasi Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi dalam proses evaluasi organisasi kementerian/lembaga khususnya kementerian koordinator saat ini, dipetakan melalui pendekatan isu atau objek permasalahan perekonomian yang mesti dikoordinasikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Hal ini akan sangat penting sekali didukung business process yang jelas, sinergitas koordinasi kebijakan dan berkesinambungan, serta menghindari ego sektoral dan berorientasi pada outcome. Melalui pendekatan isu seperti ini, masing-masing kementerian koordinator dapat mengkoordinasi­kan kementerian yang ada di luar koordinasinya dalam hal melaksanakan tugas dan fungsi yang terkait isu masing-masing kementerian koordinator.

Struktur organisasi baru Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagaimana terlihat pada Gambar berikut.